FOKUS

OTHER LANGUAGE

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Kasus Pembantaian di Bima, bukti kepolisian dan Korporasi masih eksis


Sejak peristiwa keji pembantaian warga lambu-Bima (Nusa Tenggara Timur) oleh Kepolisian beberapa waktu lalu, kini sejumlah bukti baru ditemukan. 

Selain bukti hasil otopsi korban penembakan, ditemukan juga selongsong peluru tajam dalam kejadian tersebut. Bukti inilah yang membenarkan keterlibatan sejumlah Anggota Polisi dalam kasus tersebut. Atau dalam catatan resmi yang dirilis dalam media-media Online seperti KBR68H.com menyebutkan; Polisi yang terlibat berjumlah seratus Orang dalam kasus tersebut.


Sungguh jumlah Polisi yang sangat besar, tak sebanding dengan jumlah warga Bima yang marah pada saat itu. 100 orang anggota polisi dalam kasus ini merupakan representasi yang sangat dominan terhadap represi minoritas warga bima, serta membuktikan grafik bahwa, Penyerangan kepolisian pada saat itu sangatlah sentralistik, atau merupakan arahan wajib dari pimpinan Polisi Bima kepada anggotanya dilapangan.


Jelas!!, tindakan ini sangat tendensius dan sangat politis. Sehingga satu dari sejumlah kesimpulan yang akan kita bangun dalam kasus ini bahwa, Kepolisian akan tetap mempertahankan eksisnya PT Sumber Mineral Nusantara dalam merampas tanah dan membantai Warga Bima.

Selain itu, dalam penelusuran yang kami lakukan, Anggota militer yang terlibat ternyata ada juga yang berlatar belakang Brimob. Inilah salah satu alasan kenapa kami mengklaim aksi ini adalah arahan wajib bagi kepolisian pada saat itu.

Lalu, Bagaimana dengan kondisi media dengan kasus ini?

Dalam tragedi yang menyayat hati semua orang ini,Wartawan dan media lainnya seolah tak bergeming dalam pemberitaan yang dirilisnya masing-masing. Setiap media massa hanya menulis seputar situasi fisik dalam penyerangan tersebut, namun tidak sama sekali mengungkapkan apa persolan yang menjadi landasan warga bima dalam tragedi yang menimpa mereka tersebut. jurnalis dan Para wartawan mudah menelan penjelasan resmi pemerintah, polisi dan badan intelejen–atau versi yang paling cepat dan paling mudah didapat. Dan dalam banyak kasus, itulah yang terjadi.

Dari beberapa peristiwa yang melibatkan jatuhnya korban jiwa beberapa pekan ini, kita sebagai warga biasa dalam sebuah negara totalitarian yang dikuasai oleh 1 persen pengusaha dan penguasa seperti ini tentu sudah dapat menarik sebuah kesimpulan sederhana, bahwa mesin yang teramat kokoh dalam menjalankan setiap pembantaian dan konflik agraria saat ini adalah bermuara pada eksisnya kolaborasi negara dan korporasi serta alatnya dalam menjalankan kepentingannya.

Redaksi kokemi.


Rujukan informasi :
http://www.detiknews.com/read/2011/12/28/193400/1801819/10/komnas-ham-polisi-langgar-prosedur-dalam-penanganan-demo-di-bima?nd992203605

Leave a Reply