FOKUS

OTHER LANGUAGE

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Warga Pandang Raya dan YLBH Makassar akan melakukan eksaminasi

Pandang Raya belum kalah ! Ya, karena setiap upaya adalah proses  realisasi bagi kembalinya tanah warga Pandang Raya, termasuk upaya Warga untuk melakukan  eksaminasi atau “Putusan yang menilai putusan”.

Warga Pandang Raya melalui Kuasa hukumnya - YLBH Makassar akan melakukan eksaminasi (pengujian) atas putusan Pengadilan Negeri kota Makassar yang mendorong terlaksanannya proses eksekusi tanah warga Pandang Raya tanggal 12 september yang lalu.

- Baca selengkapnya »

Esekusi Tanah Warga Pandang Raya tanggal 12 september lalu ilegal, mengapa ? ini faktanya

1. Lokasi yang diklaim oleh pihak penggugat (Persil No. S2 a. SII Kohir No. 2160. C1. Lokasi Jl Hertasning, Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang) berbeda dengan Lokasi yang di huni oleh warga yang menjadi tergugat/objek eksekusi (No. Persil S2S1 Kohir 1241C1 Kelurahan Pandang Kecamatan Panakukang). Dan diperkuat oleh surat keterangan Kantor kelurahan Pandang yang ditandatangani oleh lurah terkait (Dakhyal ) tertanggal 5 Agustus 2009 dengan menyatakan bahwa lokasi yang dimaksudkan berdasarkan Persil dan kohir penggugat (Goman Wisan) berada diantara Jln Adyaksa dan Jln Mirah Seruni (Panakukang Square).

- Baca selengkapnya »

Negara menyiapkan pasukannya (militer) untuk memerangi kita

Aksi penolakan besar-besaran terhadap kenaikan BBM bulan ini menghasilkan penangakapan kepada demonstran yang juga besar-besaran. Data dari beberapa media menyebutkan dalam sepuluh hari berturut-turut jumlah demosntran yang ditangkap mencapai 117 orang. Jumlah ini tidak termasuk dengan jumlah korban luka-luka. Ada yang aneh disini.

Sebelumnya juga disebutkan bahwa pihak kepolisian telah mewanti-wanti aksi yang lebih besar, dan negara telah menyiapkan TNI untuk membantu dalam penyerangan (baca; pengamanan) diaksi nanti. Begitu merasa terancamnyakah negara dengan kemarahan dan kesadaran orang-orang??.

- Baca selengkapnya »

Penangkapan yang berlebihan oleh pihak kepolisian di Makassar

Aksi boikot SPBU yang dilakukan para pemuda dan mahasiswa di Makassar dilanjut dengan pembagian bensin dan penjarahan mobil pengangkut gas elpiji kemudian membagikannya gratis kepada pengguna jalan kemarin tanggal 21 maret 2011 hari rabu berakhir pada penangkapan  yang berlebihan kepada dua orang mahasiswa UNHAS. Ini adalah reaksi dari kenaikan BBM beberapa hari lalu.

Penangkapan ini jelas adalah tindakan yang tidak masuk akal dan begitu dilebih-lebihkan. Kemarahan orang-orang atas beberapa kondisi yang semakin membakar api dendam dibeberapa daerah selalu berujung pada penangkapan, pemukulan, peneroran dan penculikan. Dalam beberapa bulan-bulan kemarin kasus penangkapan demonstran selalu mewarnai pemberitaan dan ini sudah kelewatan.

- Baca selengkapnya »

Mengurai Konstrasi Marxisme Libertarian dan oto kritiknya terhadap Anarkisme

Adalah kualitas dari bentuk libertarian – demokratik, humanis, dan anti-negara yang memungkinkan kalangan anarkis memakai aspek-aspek yang berasal dari Marxisme (seperti analisis ekonomi ataupun teori perjuangan kelas). Walau masih mengandung beberapa kelemahan mendasar dari Marxisme. Dan dalam beberapa hal bahkan juga sebagai kelemahan dari banyak varian anarkisme, ketimbang menjadi

- Baca selengkapnya »