FOKUS

OTHER LANGUAGE

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Aksi Solidaritas untuk Pandang Raya di Makassar

Tanggal 23 september 2014 hari selasa barisan Solidaritas untuk Pandang Raya yang menamakan diri AMARA (Aliansi Mahasiswa dan Rakyat untuk Pandang Raya) melakukan aksi ke Pengadilan Negeri dan Badan Pertanahan Nasional. Hampir 500an partisipan menghambur di jalan-jalan makassar. Aliansi ini berisi gabungan mahasiswa dari 8 kampus di Makassar dan beberapa Organisasi gerakan sosial serta warga Pandang Raya sendiri.

- Baca selengkapnya »

INILAH MEREKA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PERAMPASAN TANAH WARGA PANDANG RAYA

1. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Makassar
Penerbitan surat Bantuan Pengamanan Eksekusi yang ditandantangani oleh Wakil Ketua PN Makassar dibuat dengan melanggar prinsip “cermat” sebagaimana diatur dalam huruf E angka 2. huruf e, KMA Nomor: 026/KMA/SK/II/2012 tentang Standar Pelayanan Peradilan, karena Surat Tersebut dibuat sangat tergesa-gesa yakni pada tanggal 9 September 2014 bersamaan dengan tanggal yang mendasari penerbitan Surat tersebut, yakni surat Kapolrestabes Makassar tertanggal 9 September 2014 Nomor: B/2042/IX/2014, dan pada hari dan tanggal yang sama pula surat tersebut dilayangkan kepada warga Jalan Pandang Raya (TERMOHON EKSEKUSI);

- Baca selengkapnya »

Esekusi Tanah Warga Pandang Raya tanggal 12 september lalu ilegal, mengapa ? ini faktanya

1. Lokasi yang diklaim oleh pihak penggugat (Persil No. S2 a. SII Kohir No. 2160. C1. Lokasi Jl Hertasning, Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang) berbeda dengan Lokasi yang di huni oleh warga yang menjadi tergugat/objek eksekusi (No. Persil S2S1 Kohir 1241C1 Kelurahan Pandang Kecamatan Panakukang). Dan diperkuat oleh surat keterangan Kantor kelurahan Pandang yang ditandatangani oleh lurah terkait (Dakhyal ) tertanggal 5 Agustus 2009 dengan menyatakan bahwa lokasi yang dimaksudkan berdasarkan Persil dan kohir penggugat (Goman Wisan) berada diantara Jln Adyaksa dan Jln Mirah Seruni (Panakukang Square).

- Baca selengkapnya »

Kejahatan Militer di Eksekusi Pandang Raya

Tanggal 12 september 2014 Jumat kemarin Perkampungan pinggir kota di jalan Pandang Raya digusur atas perintah eksekusi yang diterima warga pada tanggal 9 september 2014. Sebelumnya pada tahun 2009 bulan april pihak penggugat dan kepolisian tidak berhasil menghalau warga dan para pemrotes, hingga tahun ini eksekusi paksapun berhasil menyisakan banyak kecaman, terutama ke pihak kepolisian.

- Baca selengkapnya »

PANDANG RAYA DIGUSUR


Setelah 4 tahun bertahan sejak pengeluaran surat eksekusi pertama pada tahun 2010, lahan huni Pandang Raya berhasil digusur pada tanggal 12 september 2014 hari jumat pagi. Sekitar 600 pasukan dari kepolisian, 1 barakuda dan 1 watercanon melawan seratusan warga dan barisan solidaritas.

Sekitar setengah jam 8 pagi Barakuda, Watercanon dan pasukan polisi sudah berada di jalan Pandang Raya mendahului juru sita yang seharusnya datang lebih dulu. Warga dan barisan solidaritas melakukan perlawanan dengan lemparan batu dan molotov namun setelah tembakan gas air mata dan bom asap para pemrotes mulai kelimpungan dan berhasil didorong masuk ke lokasi perumahan warga. Blokade warga dihancurkan.

- Baca selengkapnya »

Polisi dan Preman bayaran menyiksa pemrotes penggusuran pemukiman warga Pandang Raya

Hari ini warga Pandang Raya diserang preman bayaran dari pihak Goman yang ingin mengeksekusi rumah mereka. Sontak warga melakukan perlawanan dan bertahan hingga bentrok dengan preman. Polisi sejam kemudian datang melepaskan tembakan gas air mata secara tiba-tiba untuk menghalau perlawanan. Warga yang geram melakukan serangan balik, dengan bantuan dari Brimob, Preman bayaran, satuan Perintis kepolisian datang dan menyisir rumah-rumah warga dan menangkapi serta memukuli para pemrotes secara keji.

Diketahui 24 orang ditangkap dan disiksa serta dipermalukan. Salah seorang pemrotes perempuan dilecehkan secara seksual dengan mengatainya "esek-esek", "pottele", dan dari saksi langsung yang kami percayai, pemrotes tersebut juga sempat digerayangi dibagian dadanya dan ditarik rambutnya dengan kasar ketika akan ditarik keluar rumah.

Beberapa pemrotes malah dipukuli dengan helm secara enteng dan santai, seorang pemrotes ditendang hingga jatuh ke tanah, sebagian dihantam dengan besi dan pentungan dibagian perut dan kepala hingga bocor, sebagian dipermalukan dengan kata-kata kasar, sebagian ditendang dan diseret. Semua korban kekerasan polisi tersebut mengalami luka-luka dan penuh darah diseluruh tubuh.

Tidak cukup sejam, mereka digiring ke Polwiltabes untuk diperiksa dan tentunya dengan tindakan represif selanjutnya. Berita terakhir dari informan kami, malam tadi amereka telah diputuskan bebas namun preman bayaran yang sempat melakukan serangan pertama kepada warga dan pemrotes tadi datang dan menghalau pelepasan korban ketika semua pemrotes , mencurigakan sekali bahwa Polisi tak berkutik di "kandang" mereka sendiri dan dengan senang hati memasukkan lagi pemrotes tersebut kedalam tahanan.

- Baca selengkapnya »

Tak ada bos yang baik! "karena Gaji Tak Dibayar, buruh Bunuh Majikan"

Selasa, 12 Februari 2013: Dua hari setelah menusukkan pisau ke perut bosnya, Dik alias Kiki (21), pemuda asal Cidaun, Cianjur ini blak-blakan kepada wartawan saat menghabisi nyawa bosnya, Ali.

Saat itu Minggu (10/2) pagi sekitar pukul 05.30, Kiki sedang di dapur. Dia kesel kepada Ali, bosnya. Karena selain kerap dimarahi, Kiki pun merasa “didzolimi” oleh bosnya. Uang gajinya sebulan, Rp 250.000 belum juga dibayar korban.

- Baca selengkapnya »

Solidaritas ! Pernyataan Sikap KONGRES PETANI OTONOM II, 10 Februari 2013 – Forum Komunikasi Masyarakat Agraris

Membayangkan dunia tanpa petani/pertanian sama seperti membayangkan hidup tanpa pangan. Demikian pula, membayangkan negara yang abai pada rakyat sama seperti membayangkan negara tanpa kedaulatan. Saat ini, angan-angan (imajinasi) gelap itu justru hendak diwujudkan oleh penyelenggara negara, dengan cara menjadi budak/antek-antek korporasi.

Atas nama pembangunan, negara dan perusahaan semakin gencar mengambil alih tanah petani. Atas nama kesejahteraan, petani secara perlahan dan teratur diubah menjadi buruh cadangan. Atas nama kepentingan umum, ruang hidup petani dipersempit bahkan dihilangkan untuk memperkaya segelintir konglomerat. Atas nama kemajuan, petani dikelabuhi untuk melepas hak hidupnya, melepas tanahnya, melepas pekerjaannya, melepas jatidirinya, melepas kehormatannya sebagai rakyat; sebagai manusia.

- Baca selengkapnya »

Beberapa cuplikan Bahwa Bakri Lapindo membahayakan Manusia dan Hewan

Perusakan Bakrie berupa lumpur di Sidoarjo adalah sebagai ekosida alias pemusnahan lingkungan. Berikut kerugian yang terjadi akibat semburan lumpur Lapindo baik yang merusak lingkungan maupun membahayakan manusia:


- Sedikitnya 8.200 orang yang bermukin di desa-desa di sekitar lokasi semburan harus dievakuasi. Lebih dari 25.000 jiwa mengungsi akibat rusaknya 10.426 unit rumah dan 77 tempat ibadah.

- Baca selengkapnya »

Penculikan Aktivis Kampus UNM oleh pihak Kepolisian- Makassar.


Sekali lagi, Polisi melakukan kejahatan. Arham, aktivis kampus UNM diculik dengan cara yang licik disalah satu tempat pengisian bensin di Makassar pada Minggu Malam sekitar pukul 23:30 Wita. Kepada Tim Redaksi Kokemi saksi menceritakan bahwa sejak dari awal tempat korban berangkat, mereka (Arham dan saksi) merasa diikuti oleh dua kendaraan bermotor, karena ketakutan dan kawatir mereka akhirnya belok kedalam lokasi pengisian bensin untuk sekedar memastikan kekawatiran mereka.

- Baca selengkapnya »

Anaknya dilarang sekolah, warga pandang raya protes.


Jam sembilan pagi warga pandang raya melakukan aksi protes kepada pihak Sekolah Dasar Negri Impres Todopuli I Di Jalan Jati Makassar sulawesi selatan, pasalnya empat anak dari kampung miskin kota yang terancam dieksekusi tersebut tidak lulus dalam ujian masuk sekolah karena alasan yang tidak jelas.

Empat warga pandang yang anak tidak lulus itu diterima oleh pihak sekolah dengan sikap yang acuh tak acuh. Pihak sekolah berdalih karena alasan umur yang sudah terlalu telat untun masuk sekolah dan bahkan menghubung-hubungkannya dengan kemampuan otak pada umur sembilan tahun yang sudah menurun. Dan ironisnya, peserta ujian yang diterima semuanya dari kalangan menengah keatas. Tapi pihak orang tua ngotot dengan mengancam akan melakukan aksi protes lanjutan ke pihak Dinas Pendidikan jika mereka tidak mendapatkan kejelasan.

- Baca selengkapnya »

Lagi, betapa mengerikannya hidup dalam dunia panoptikon

Biro keamanan AS, FBI, saat ini tengah gencar melakukan "pendekatan" ke beberapa perusahaan internet, seperti Yahoo dan Google.

Seperti dilansir Cnet, pendekatan ini dilakukan agar Yahoo dan Google mau menyetujui sebuah proposal yang akan mewajibkan perusahaan internet tersebut memasukkan "backdoor" di seluruh produknya sebagai bagian dari program pengawasan pemerintah.

- Baca selengkapnya »

warga Kedungbanteng Marah, sumur gas PT.LAPINDO diblokir paksa


Rencana Busuk Perusahaan kapitalis Lapindo Brantas kini mulai menggila lagi. Mereka berencana akan memperluas wilayah sumur ekplorasi gas di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

Namun tentu warga tak hanya akan berdiam diri, Proyek busuk ini terus mendapat perlawanan amarah dari warga sekitar. Para warga nampaknya sudah muak dengan banyaknya contoh selama ini, bahwa betapa lebarnya tanah yang menganga akibat angkuhnya mesin-mesin tambang merobek kulit bumi yang notabene adalah tempat mereka mencari penghidupan.

- Baca selengkapnya »

Fakta penangkapan yang licik terhadap demonstran pada aksi penolakan kenaikan BBM di Makassar


Setelah aksi pembagian Gas Elpiji gratis dan pembagian bensin gratis didepan gerbang kampus Unhas-Makassar beberapa hari yang lalu serta beberapa aksi beruntun pada hari itu oleh pemrotes kepada pengguna jalan pihak kepolisian melakukan penangkapan yang licik terhadap orang-orang yang dicurigai terlibat dalam aksi itu.

Beberapa data yang dikumpulkan oleh Tim Redaksi Kokemi dari media-media cetak dan online serta fakta-fakta dilapangan menunjukan beberapa kasus penangkapan hingga penculikan orang-orang yang dilakukan oleh pihak kepolisian begitu licik dan keji.

Berikut beberapa penangkapan beruntun pada hari aksi tersebut.

- Baca selengkapnya »

Negara menyiapkan pasukannya (militer) untuk memerangi kita

Aksi penolakan besar-besaran terhadap kenaikan BBM bulan ini menghasilkan penangakapan kepada demonstran yang juga besar-besaran. Data dari beberapa media menyebutkan dalam sepuluh hari berturut-turut jumlah demosntran yang ditangkap mencapai 117 orang. Jumlah ini tidak termasuk dengan jumlah korban luka-luka. Ada yang aneh disini.

Sebelumnya juga disebutkan bahwa pihak kepolisian telah mewanti-wanti aksi yang lebih besar, dan negara telah menyiapkan TNI untuk membantu dalam penyerangan (baca; pengamanan) diaksi nanti. Begitu merasa terancamnyakah negara dengan kemarahan dan kesadaran orang-orang??.

- Baca selengkapnya »

Penangkapan yang berlebihan oleh pihak kepolisian di Makassar

Aksi boikot SPBU yang dilakukan para pemuda dan mahasiswa di Makassar dilanjut dengan pembagian bensin dan penjarahan mobil pengangkut gas elpiji kemudian membagikannya gratis kepada pengguna jalan kemarin tanggal 21 maret 2011 hari rabu berakhir pada penangkapan  yang berlebihan kepada dua orang mahasiswa UNHAS. Ini adalah reaksi dari kenaikan BBM beberapa hari lalu.

Penangkapan ini jelas adalah tindakan yang tidak masuk akal dan begitu dilebih-lebihkan. Kemarahan orang-orang atas beberapa kondisi yang semakin membakar api dendam dibeberapa daerah selalu berujung pada penangkapan, pemukulan, peneroran dan penculikan. Dalam beberapa bulan-bulan kemarin kasus penangkapan demonstran selalu mewarnai pemberitaan dan ini sudah kelewatan.

- Baca selengkapnya »

Waspada ! Proyek Prodigal Pemerintah mengawasi SMS dan EMAIL anda


Pemerintah Amerika Serikat kembali menyerukan pengontrolan!. Kali ini mode investigasinya melalui pelacakan pesan singkat atau SMS, selain itu emailpun tak luput dari projek kontrol raksasa ini, melalui proyek penelitian keamanan yang disebut Prodigal (Proactive Discovery of Insider Threats Using Graph Analysis and Learning) diharapkan agar sistem proteksi dini terhadap terorisme dan kegiatan subversif dapat ditumpas hingga keakar-akarnya. Ujar Howard, pemerhati teknologi keamanan AS.

- Baca selengkapnya »

Penderitaan buruh Apple China, sebuah fakta betapa jahatnya Kapitalisme

Di balik popularitas Apple sebagai produsen gadget yang paling banyak diincar kalangan metropolis, rupanya tersimpan cerita yang bisa membuat orang terbelalak tentang bagaimana kapitalisme menghajar kebebasan manusia dalam dunia kerja.

Setiap hari ratusan ribu pekerja yang merakit produk Apple di Chengdu, China diperlakukan sebagai budak oleh para pemasok, dan sesekali hidup mereka terancam bahaya.

- Baca selengkapnya »

Lima Modus Polisi Lalu Lintas Memperkaya Dirinya

Selain membantai Warga, Ternyata Polisi Lalu lintas mengkanalisasi tatib lalu lintas menjadi kapital yang tak tanggung- tanggung jumlahnya. Rilis ini sengaja kami terbitkan melalui akumulasi beberapa Sumber yang kami olah agar bisa menjadi panduan bagi kita sehari - hari dalam menginterupsi otoritas kepolisian yang kian menyebalkan dimana-mana.

- Baca selengkapnya »

Anggota Polresta Pangkalpinang Perkosa Tahanan wanita yang sedang hamil



Sesudah membantai warga Bima dan Mesuji beberapa waktu lalu, kini Polisi tampil dengan adegan yang lebih bejat lagi, memperkosa wanita Hamil berumur 18 tahun yang masih disekap dalam penjara.

Kejadian jahanam ini terjadi beberapa hari yang lalu Selasa (3/1/2012).  tepatnya di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

- Baca selengkapnya »