FOKUS

OTHER LANGUAGE

UPDATE BY EMAIL

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Menolak berdialog dengan Politisi dan Polisi, Warga Lambu Blokade jalan Kampung mereka


Hari ini pukul 12.00 WITA tadi seluruh Akses masuk menuju desa Lambu - Bima, Nusa Tenggara Barat diblokade Oleh Warga yang masih marah terhadap beroperasinya Perusahaan kapitalis PT SMN dikampung mereka.

Blokade ini dilakukan warga sebagai reaksi atas penolakan mereka terhadap rencana Komisi III DPR RI untuk bertemu warga secara langsung.


Selain itu menurut mereka (Warga Lambu), Pembentukan Panitia Khusus konflik graria (PANSUS) yang dibuat oleh Pemerintah ini hanya akal-akalan saja, PANSUS itu tak akan menyelesaikan konflik kami (warga Lambu) dengan pihak perusahaan kapitalis PT.SMN(PT Sumber Mineral Nusantara) tersebut, “..Pemerintah tak akan mungkin tegas dengan kasus ini, karena Pemerintah juga sangat diuntungkan dengan hadirnya Korporasi ini dikampung kami!!”, ujar beberapa warga dalam wawancaranya dengan media massa.

Ditambahkan pula oleh warga, bahwa Dialog dengan Komisi III DPR RI ini tak ada gunanya, karena semua masalah yang kami sampaikan kepada mereka percuma, tetap saja tak ada hasilnya, warga Lambu selalu kalah dihadapan Hukum yang masih memberhalakan Modal, Ujar warga dalam aksi ini.


Selain rombongan Komisi III DPR RI yang ditolak oleh Warga, mereka juga menolak tegas kunjungan Kapolda dan anggota DPRD Bima di lokasi ini, Dengan alasan Mereka enggan berkompromi dengan orang -orang dan lembaga- lembaga yang mendukung keberadaan monster kapitalis PT SMN ini dikampung mereka, selain itu masih jelas diingatan mereka (warga), bagaimana brutalnya Polisi membantai saudara mereka pada beberapa waktu lalu.

Leave a Reply