FOKUS

OTHER LANGUAGE

UPDATE BY EMAIL

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Website Administrasi Kepolisian, Imigrasi dan Penjara Pemerintahan Kenya diSabotase


Telah terjadi serangan pembajakan (hacking) yang merusak lebih dari 100 situs website milik pemerintah Kenya siang tadi (25/1/12). Kelompok penghancur website pemerintah yang menamakan dirinya Direxer ini telah menyatakan dirinya sebagai agen yang mendalangi proyek sabotase situs-situs penting milik Pemerintahan kenya.

Pihak E-Goverment Kenya telah mengindikasikan, bahwa serangan hacker itu dilakukan oleh kelompok penghancur yang tergabung ke forum keamanan online yang dikenal sebagai Forum Code Security.
Selain situs lembaga Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara dan berbagai situs pemerintah kota serta dewan kenegaraan kenya yang termasuk dalam sasaran sabotase, situs- situs seperti Departemen Keuangan, Pendidikan, Kesehatan Publik, Kepemudaahn, Kebudayaan Nasional dan Jalan juga dilaporkan sebagai sasaran Perusakan kelompok bernama Direxer ini.

Dalam siaran pers Trend Micro yang diterima salah satu media besar di Indonesia kemarin, Selasa (24/1/2012), pihak Trend Micro menyatakan:
Hasilnya, tim investigasi TrendLab dari Trend Micro, menyimpulkan bahwa setelah mengidentifikasi profiling dari penyerang yang terkonsolidasi tersebut, ternyata meraka berasal dari beberapa negara yang berbeda dan tidak dilakukan sendirian oleh kelompok bernama Direxer.

Apa yang bisa kita telisik dari Kasus ini?
Dalam analisa kami, Satu hal yang niscaya, tujuan dari para hacker tersebut adalah membangun sebuah jaringan kerja internasional yang memiliki stereotype menyabotase website- website milik Pemerintah dan Lembaga yang dianggap mengendalikan kehidupan sebagian besar orang dimuka Bumi.
Mereka (Direxer) menyabotase Website milik lembaga Administrasi Kepolisian, Imigrasi, Penjara karena mereka menganggap institusi inilah selain negara yang sangat berperan penting dalam menciptakan oposisi yang tajam antara kaya dan miskin antara baik dan buruk, antara yang berpunya dan tidak berpunya. Selain itu Penjara telah diproyeksi sebagai sumber Ketakutan dan diskualifikasi dari kehidupan kami yang sesungguhnya.

Kami juga melalui kasus diatas, tidak lupa memberikan dukungan terhadap para tahanan politik yang lama atau pun yang baru disekap dalam tahun terakhir ini, mereka yang dihukum karena pembunuhan, pengambilalihan atau serangan ledakan, adalah sebuah dukung mobilisasi yang memungkinkan kawan-kawan untuk kembali ke jalan dan bertempur merebut pembebasan hidup yang total spenuhnya.

Untuk setiap upaya
Untuk setiap kemarahan
Hormat kami.


(http://manado.tribunnews.com/2012/01/25/wowratusan-web-pemerintah-kenya-dibobol-dituding-pelaku-asal-indonesia-)

Leave a Reply