FOKUS

OTHER LANGUAGE

UPDATE BY EMAIL

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Brimob dan Korporasi Kapitalis (PT.AMI) menyerang warga Batang Kumuh, 6 orang warga ditembak


Siang tadi sekitar Pukul 11.00 WIB, dikabarkan Barikade Brimob yang berjumlah 10 orang lebih Menyerang warga Batang Kumuh, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.


Selain menyerang dengan intimidasi senjata, ternyata para Brimob ini juga menyerang warga hingga terbujur menghujam tanah dengan peluru yang bersarang dimasing-masing tubuh korban. Dan dari investigasi kami, Korban yang jatuh dilaporkan berjumlah enam orang.


Menurut warga, Penyerangan Brimob ini diawali ketika warga sedang bekerja di lahan masing-masing, Namun tiba-tiba warga dikagetkan oleh datangnya korporasi Kapitalis bernama PT Mazuma Agro Indonesia (MAI) yang datang membawa alat beratnya Merangsek kelahan milik warga. lalu warga berusaha menghalangi pihak perusahan. Konfrontasipun terjadi. Ujar seorang warga.

Ketika Konfrontasi memuncak, anggota Brimob menyerang warga, dan mereka (Brimob) melepaskan tembakan secara membabi buta ke arah warga. Kami pun berlarian untuk menyelamatkan diri,” ungkap seorang warga yang juga ada pada kejadian tersebut.


Dalam kejadian tersebut, enam orang warga dilaporkan terkena tembakan, yaitu: Osmar Sihombing (30), Franky Dolok Saribu (30), Nomos Sihombing (34), Johanes Sitorus (35), Ranto Sirait (27), dan Joni Sihotang (58). Seluruh korban sudah dilarikan ke RSUD setempat.
Korban terakhir, yaitu Joni Sihotang, ditemukan warga dalam kondisi terluka di tengah semak-semak. Saat kejadian, Joni berusaha berlari dan bersembunyi di dalam semak-semak yang tak jauh dari lokasi.
Konflik warga versus PT. MAI sudah terjadi sejak tahun 1998. Pihak PT. MAI mengklaim lahan seluas 5.508 ha itu sebagai haknya.

Tindakan brutal polisi ini sebenarnya sudah terjadi beberapa bulan terakhir, sebelum menyerang warga dengan senjata, Pihak korporasi yang didukung sekutunya Militer sudah melakukan cara-cara busuk untuk memaksa warga keluar dari lahan yang mereka klaim tersebut, termasuk membakar rumah-rumah Warga.


Leave a Reply