FOKUS

OTHER LANGUAGE

UPDATE BY EMAIL

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Menolak digusur, Pedagang pasar Tradisonal Tulangbawang konfrontasi dengan Polisi

Lampung- Eksekusi Pasar Unit ll Banjaragung yang dilakukan Pemerintah Tulangbawang mendapatkan perlawan dari ribuan para pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Tradisional (Forpetra). Pasalnya, pemkab setempat ngotot ingin membongkar pasar tersebut. Namun pembongkaran tidak dapat berjalan baik. Para pedagang melakukan perlawanan dengan menggunakan berbagai jenis alat, termasuk senjata tajam. Ribuan pedagang tersebut mulai menyemut di tiga titik terhitung sejak pukul
10.00 WIB.

Konsentrasi pedagang dan warga terlihat di Jalan Lintas Tiimur menjaga dari arah Simpang Pematang. Warga di titik itu terdiri dari mayoritas ibu-ibu dan perempuan. Mereka menjaga agar alat berat ekskvator agar tidak masuk ke kompleks pasar, konsentrasi massa yang kedua menjaga ratusan satuan polisi pamong praja yang datang dari arah Kota Menggala. Sementara, konsentrasi pedagang yang ketiga terletak di dalam pasar.

Para pedagang yang berjaga-jaga di dalam pasar menggunakan ikat kain putih sebagai penanda.Ketegangan semakin menjadi ketika Kadispasar Tuba Desia Kesumayuda, Kasatpol PP Tuba Holil dan Kapolres Tuba AKBP Shobarmen mendatangi konsentrasi massa yang berada di tengah-tengah pasar.

Kedatangan mereka bermaksud untuk bernegosiasi dengan pedagang. Namun, negosiasi mentah. Arus Jalur Lintas Timur sendiri sudah tersendat. Laju kendaraan mulai tertahan dan berjalan perlahan.

Namun, siapa yang memulai para pedagang, keributan pecah dari arah Simpang Pematang tempat ratusan Ibu-ibu pedagang berjaga-jaga. Sebuah truk pengangkut alat berat ekskavator diserbu ibu-ibu pedagang sehingga mengakibatkan truk Fuso yang mengangkut alat berat tersebut hancur kacanya. Lemparan batu dari arah belakang truk pun terlihat beterbangan.

Kejadian tersebut menyebabkan sedikitnya 10 orang wanita cidera kepala atau memar terkena
lemparan batu. Hujan batu itu berlangsung kurang lebih selama setengah jam. Petugas kepolisian yang berada di lokasi segera menghalau massa agar keributan tidak meluas. Para wanita yang menderita luka-luka segera dilarikan ke klinik Rawat Inap Mutiara Bunda dan sejumlah tempat perawatan terdekat.

Situasi sempat mereda sesaat. Namun, berkembang isu bahwa ada massa pro-pembongkaran hendak menyerbu pasar, ratusan pedagang kembali bersiap-siap. Akhirnya, sekitar pukul 15.35 Wib massa mulai memblokir total Jalintim di depan kompleks Pasar Unit ll Banjaragung. Sebagian kendaraan dari dan menuju arah Menggala terpaksa mengambil jalur alternatif.

Seluruh toko, kios dan lapak sudah ditutup. Puluhan aparat polisi yang bersenjata gas airmata dibantu tentara masih terus berjaga-jaga untuk mencegah terjadinya bentrok.

Sementara Pihak Polres Tulangbawang sendiri telah mengeluarkan surat No B/271/ll/2012 tertanggal 20 Februari prihal saran penundaan Pasar Unit ll kepada Bupati Tuba dan kepada para pedagang. Dalam suratnya Kapolres menyatakan berdasarkan data intelijen yang diperoleh,
pembongkaran pasar tidak bisa dilakukan sebelum para pedagang menempati tempat relokasi.

Dengan bersikukuhnya para pedagang untuk mempertahankan pembongkaran pasar,akhirnya Kasat Pol PP langsung menarik Satpol PP dari kompleks pasar. Menurut dia langkah penarikan tersebut sifatnya sementara. "Tapi, kita akan melakukan pendekatan yang sifatnya persuasif,karena kiita tetap akan melakukan pembongkaran.

Leave a Reply