FOKUS

OTHER LANGUAGE

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Warga Lhokseumawe Konfrontasi dengan Perusahaan kapitalis EXXON

Dalam setiap perkembangan kesejarahan, masyarakat selalu menganggap bahwa keberadaan negara dan Korporasi sangatlah penting. Mereka berasumsi bahwa eksistensi sebuah negara dan Korporasi beserta aparaturnya diperlukan untuk mensejahterahkannya sekaligus melindungi mereka dari serangan pihak luar. Namun tidak sama sekali!!


Dari asumsi inilah setiap keputusan yang berkaitan dengan kehidupan harian selalu dirancang dan ditentukan oleh segelintir elit negara dan korporasi melalui mekanisme hukum. Dan Sejak kapitalisme dan negara adalah sebuah rangkaian yang tak terputuskan, maka sejak itulah kita sering disajikan ilusi-ilusi yang seolah nyata.

Namun hal itu tak Termasuk Warga di Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Pada Rabu (15/2) yang lalu. Mereka telah merobek kesadaran kita, bahwa Buasnya kapitalisme haruslah dibayar dengan aksi yang langsung menohok jantung monster yang rakus ini.

Siang itu sekitar pukul 09.00 WIB terlihat kerumunan warga penuh semangat membara yang sedang membongkar jalan line milik ExxonMobil tepatnya di sekitar gorong-gorong di Desa Me, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara.

Dan dalam penelusuran kami, Warga yang beradatangan ini nampaknya telah mempersenjatai diri mereka dengan cangkul, linggis dan peralatan lainnya; dengan satu tujuan! Merebut kembali saluran air pertanian warga yang dicuri Exxon

Warga yang marah dan membongkar jalan itu nampaknya telah kesal dengan Perusahaan kapitalis bernama exxon ini, menurut warga, Sejak berdirinya Perusahaan itu, Pertanian kami mengalami kerusakan parah, Air tak lagi mengalir dengan baik dan lancar, hal ini disebabkan karena Saluran air milik warga telah disabot oleh Exxon, Mereka membatasi Volume air tanaman kami digorong-gorong!! ujar warga dengan nada tinggi.

Namun selang beberapa jam saat aksi balas dendam warga ini berlangsung, datanglah Para polisi yang bermaksud memberhentikan aksi kemarahan warga, namun yang terjadi sebaliknya, Warga tak ambil pusing, Warga semakin membuat lubang saluran air tersebut semakin menganga.

Warga sudah kesal dengan semua jalan damai yang tak menhasilkan apa-apa, karena Wargapun sudah melakukan konfirmasi kepada pihak Exxon, namun sama sekali tak digubris, dan seolah-olah hal ini dibiarkan. Tukas warga dihadapan media.

Sekali lagi melalui catatan sampah ini kami menyampaikan hormat kami setinggi-tingginya, kepada siapapun yang telah berani menyulut konfrontasi dengan tirani.

"Kami ingin mengatakan padamu dengan segenap energi dan kesedihan di dalam hatiku: pisahkan dirimu dari mereka yang mencerabut diri dari dirimu, melalui separasilah kalian akan menang. Tanpa representatif, tanpa kandidat".
(P.J Proudhon)



salam penuh cinta dari jauh.

Redaksi kokemi

Leave a Reply