FOKUS

OTHER LANGUAGE

UPDATE BY EMAIL

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Polisi Srilanka Menembak mati satu orang nelayan dalam aksi menolak Kenaikan harga BBM

Hari ini di Kolombo dan Sri Lanka, dikabarkan ribuan nelayan setempat mengadakan protes menentang kenaikan harga BBM. Setelah sebelumnya aksi protes ini juga banyak terjadi di seluruh negeri tetangganya menyusul kenaikan harga bahan bakar yang mulai berlaku akhir pekan lalu.


Eskalasi Protes sosial yang meningkat ini merupakan wujud penentangan warga khususnya para nelayan terhadap peraturan baru yang telah ditetapkan oleh IMF.

Dibeberapa tempat lain, aksi demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak ini hanya berakhir dengan demonstrasi yang damai, Namun para nelayan Di kolombo sendiri menolak dengan hal demikian.

Para Nelayan menolak dibubarkan, mereka tetap bertahan dengan upaya blokade, dan seraya melemparkan batu kearah Polisi secara bergantian. Dan yang pasti akses jalan ditempat ini dikabarkan Lumpuh total.

Polisi kemudian memutuskan bahwa para Nelayan itu merupakan, "massa yang melanggar hukum. Kemudian Polisi berulah dengan melepaskan tembakan gas air mata kearah kerumunan, dan melepaskan beberapa tembakan dengan peluru tajam.

Satu orang dikabarkan tewas dan melukai sedikitnya tiga orang, dan sekarang sedang dalam kondisi kritis

terjemahan dalam bahasa Inggris : DISINI 

Leave a Reply