FOKUS

OTHER LANGUAGE

UPDATE BY EMAIL

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Warga Konawe tolak Tambang, Mobil Bupati dihancurkan

Mobil dinas serta kantor Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dirusak oleh ratusan warga  yang marah karena menolak beroperasinya tambang didaerahnya (Rabu, 8 Februari 2012 17:25 WIB.)

Selain mengancam akan menambah jumlah warga dalam aksi berikutnya, warga yang marah ini pula memaksa masuk ke kantor Bupati
untuk membuat perhitungan atas Aspirasi mereka yang selama ini tak pernah digubris sama sekali oleh pemerintah.

Warga hanya mau bertemu Bupati, karena menurut warga ia adalah sekutu dari rakusnya perusahaan tambang yang  mengeruk sumber daya alam Konawe .

Dalam pengakuan warga dihadapan media menyebutkan, bahwa Uang sebesar Rp 800 juta pertahunnya terus mengalir dikantong pemerintahan, dan warga Konawe hanya mendapatkan penderitaan yang berat akibat keserakahan pertambangan. ujar warga saat demonstrasi.

Namun karena warga gagal bertemu Bupati, Warga yang marah ini kemudian merusak Kantor Humas dan beberapa properti seperti Meja, lemari dan alat kantor lainnya. 

Tak hanya itu, mobil dinas Bupati pun menjadi sasaran amarah, dan sudah dipastikan, warga menolak negoisasi dengan cara-cara yang mereka sudah tempuh selama ini, maka tak pelak, Kehadiran Wakil Bupati ditolak mentah-mentah oleh Warga Konawe. 

Nampaknya, jauh sebelum berbondong-bondongnya warga menuju kantor bupati ini, Pemerintah sudah mempersenjatai dirinya dengan preman bayaran, namun warga tak bergeming sama sekali, amarah warga kian memuncak, dan yel-yel konfrontasi terus digelorakan.

Leave a Reply