FOKUS

OTHER LANGUAGE

SIAPA KAMI

Redaksi Kokemi (Korban Kejahatan Militer dan Korporasi) adalah sebuah Projek Investigasi bersama, Solidaritas tanpa batas dan usaha pengarsipan data kejahatan Militer dan Korporasi. Selain itu, Page ini kami inisiasi sebagai usaha interupsi atas kebringasan media maistream yang senatiasa tetap aktif mereposisi amarah menjadi sesuatu yang justru dikotomik.

Anda dapat berkontribusi di Page ini.
Kontribusi dapat berupa Opini | Artikel | Komunike | Laporan | Rilis | Foto | Video atau segala bentuk material kampanye yang dapat mendukung Perjuangan Pembebasan melawan Tirani dan Otoritas

Kiriman dialamatkan Pada redaksi kami:
Email : redaksikokemi @ gmail.com
Facebook Page : Redaksi Kokemi

Pandang Raya mencari keadilan

Kemarin Rabu/15/oktober/2014 partisipan Aliansi Masyarakat Pandang Raya (AMARA) dan Tim koalisi hukumnya melakukan aksi desakan dan mempertanyakan perihal gelar perkara. Dari hasil obrolan tersebut pihak Kanwil BPN yang diwakili oleh kuasa hukumnya telah menandatangi berita acara yang berisi kesiapan menghadiri undangan dan menjadi saksi dalam gelar perkara nanti.

- Baca selengkapnya »

INILAH MEREKA YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PERAMPASAN TANAH WARGA PANDANG RAYA

1. Wakil Ketua Pengadilan Negeri Makassar
Penerbitan surat Bantuan Pengamanan Eksekusi yang ditandantangani oleh Wakil Ketua PN Makassar dibuat dengan melanggar prinsip “cermat” sebagaimana diatur dalam huruf E angka 2. huruf e, KMA Nomor: 026/KMA/SK/II/2012 tentang Standar Pelayanan Peradilan, karena Surat Tersebut dibuat sangat tergesa-gesa yakni pada tanggal 9 September 2014 bersamaan dengan tanggal yang mendasari penerbitan Surat tersebut, yakni surat Kapolrestabes Makassar tertanggal 9 September 2014 Nomor: B/2042/IX/2014, dan pada hari dan tanggal yang sama pula surat tersebut dilayangkan kepada warga Jalan Pandang Raya (TERMOHON EKSEKUSI);

- Baca selengkapnya »

Esekusi Tanah Warga Pandang Raya tanggal 12 september lalu ilegal, mengapa ? ini faktanya

1. Lokasi yang diklaim oleh pihak penggugat (Persil No. S2 a. SII Kohir No. 2160. C1. Lokasi Jl Hertasning, Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang) berbeda dengan Lokasi yang di huni oleh warga yang menjadi tergugat/objek eksekusi (No. Persil S2S1 Kohir 1241C1 Kelurahan Pandang Kecamatan Panakukang). Dan diperkuat oleh surat keterangan Kantor kelurahan Pandang yang ditandatangani oleh lurah terkait (Dakhyal ) tertanggal 5 Agustus 2009 dengan menyatakan bahwa lokasi yang dimaksudkan berdasarkan Persil dan kohir penggugat (Goman Wisan) berada diantara Jln Adyaksa dan Jln Mirah Seruni (Panakukang Square).

- Baca selengkapnya »

PANDANG RAYA DIGUSUR


Setelah 4 tahun bertahan sejak pengeluaran surat eksekusi pertama pada tahun 2010, lahan huni Pandang Raya berhasil digusur pada tanggal 12 september 2014 hari jumat pagi. Sekitar 600 pasukan dari kepolisian, 1 barakuda dan 1 watercanon melawan seratusan warga dan barisan solidaritas.

Sekitar setengah jam 8 pagi Barakuda, Watercanon dan pasukan polisi sudah berada di jalan Pandang Raya mendahului juru sita yang seharusnya datang lebih dulu. Warga dan barisan solidaritas melakukan perlawanan dengan lemparan batu dan molotov namun setelah tembakan gas air mata dan bom asap para pemrotes mulai kelimpungan dan berhasil didorong masuk ke lokasi perumahan warga. Blokade warga dihancurkan.

- Baca selengkapnya »

Lahan persawahannya dirampas, seorang petani Takalar ditembak!!

Satu orang petani Takalar-Sulsel ditembak di pahanya empat kali saat paginya jam 10.30 wita hari senin 02 desember 2013, dia dan tujuh petani lain berangkat ke lahan persawahannya hendak mempertanyakan aksi penanaman paksa tebu oleh pihak PTPN dengan memakai karyawan dan bantuan militer.

- Baca selengkapnya »

Solidaritas dimana-mana

Mendengar warga Pandang Raya berdiri tegak diatas tanah dan rumahnya bertahan melawan penggusuran, serentak hari ini beberapa aksi solidaritas datang dari beberapa titik. Di kampus 45 Makassar, komunitas lapak baca bergabung dengan beberapa mahasiswa 45 melakukan aksi didepan kampus tersebut kemudian setelah itu ikut bergabung dalam barisan perlawanan di Pandang Raya. 

- Baca selengkapnya »

Polisi dan Preman bayaran menyiksa pemrotes penggusuran pemukiman warga Pandang Raya

Hari ini warga Pandang Raya diserang preman bayaran dari pihak Goman yang ingin mengeksekusi rumah mereka. Sontak warga melakukan perlawanan dan bertahan hingga bentrok dengan preman. Polisi sejam kemudian datang melepaskan tembakan gas air mata secara tiba-tiba untuk menghalau perlawanan. Warga yang geram melakukan serangan balik, dengan bantuan dari Brimob, Preman bayaran, satuan Perintis kepolisian datang dan menyisir rumah-rumah warga dan menangkapi serta memukuli para pemrotes secara keji.

Diketahui 24 orang ditangkap dan disiksa serta dipermalukan. Salah seorang pemrotes perempuan dilecehkan secara seksual dengan mengatainya "esek-esek", "pottele", dan dari saksi langsung yang kami percayai, pemrotes tersebut juga sempat digerayangi dibagian dadanya dan ditarik rambutnya dengan kasar ketika akan ditarik keluar rumah.

Beberapa pemrotes malah dipukuli dengan helm secara enteng dan santai, seorang pemrotes ditendang hingga jatuh ke tanah, sebagian dihantam dengan besi dan pentungan dibagian perut dan kepala hingga bocor, sebagian dipermalukan dengan kata-kata kasar, sebagian ditendang dan diseret. Semua korban kekerasan polisi tersebut mengalami luka-luka dan penuh darah diseluruh tubuh.

Tidak cukup sejam, mereka digiring ke Polwiltabes untuk diperiksa dan tentunya dengan tindakan represif selanjutnya. Berita terakhir dari informan kami, malam tadi amereka telah diputuskan bebas namun preman bayaran yang sempat melakukan serangan pertama kepada warga dan pemrotes tadi datang dan menghalau pelepasan korban ketika semua pemrotes , mencurigakan sekali bahwa Polisi tak berkutik di "kandang" mereka sendiri dan dengan senang hati memasukkan lagi pemrotes tersebut kedalam tahanan.

- Baca selengkapnya »

Tak ada bos yang baik! "karena Gaji Tak Dibayar, buruh Bunuh Majikan"

Selasa, 12 Februari 2013: Dua hari setelah menusukkan pisau ke perut bosnya, Dik alias Kiki (21), pemuda asal Cidaun, Cianjur ini blak-blakan kepada wartawan saat menghabisi nyawa bosnya, Ali.

Saat itu Minggu (10/2) pagi sekitar pukul 05.30, Kiki sedang di dapur. Dia kesel kepada Ali, bosnya. Karena selain kerap dimarahi, Kiki pun merasa “didzolimi” oleh bosnya. Uang gajinya sebulan, Rp 250.000 belum juga dibayar korban.

- Baca selengkapnya »

Solidaritas ! Pernyataan Sikap KONGRES PETANI OTONOM II, 10 Februari 2013 – Forum Komunikasi Masyarakat Agraris

Membayangkan dunia tanpa petani/pertanian sama seperti membayangkan hidup tanpa pangan. Demikian pula, membayangkan negara yang abai pada rakyat sama seperti membayangkan negara tanpa kedaulatan. Saat ini, angan-angan (imajinasi) gelap itu justru hendak diwujudkan oleh penyelenggara negara, dengan cara menjadi budak/antek-antek korporasi.

Atas nama pembangunan, negara dan perusahaan semakin gencar mengambil alih tanah petani. Atas nama kesejahteraan, petani secara perlahan dan teratur diubah menjadi buruh cadangan. Atas nama kepentingan umum, ruang hidup petani dipersempit bahkan dihilangkan untuk memperkaya segelintir konglomerat. Atas nama kemajuan, petani dikelabuhi untuk melepas hak hidupnya, melepas tanahnya, melepas pekerjaannya, melepas jatidirinya, melepas kehormatannya sebagai rakyat; sebagai manusia.

- Baca selengkapnya »

Brimob tembaki Petani di SumSel

Satu orang meninggal di Desa Limbang jaya-Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Bocah yang bernama Angga Darmawan berumur 12 tahun kena tembakan di kepala ketika brimob melakukan penyisiran di desa mereka terkait aksi protes petani kepada PTPN VII Cinta Manis.

Pada tahun 2009 setidaknya 23 petani Desa Rengas-Ogan Ilir kena tembak oleh brimob. Kemudian 22 desa disekitar pertanian tebu tersebut terus bergolak menyusul penembakan beruntun dari brimob di beberapa desa tersebut.

- Baca selengkapnya »

Pekerja Rumah Bernyanyi NAV Mogok kerja

Rabu 30 mei 2012 di Jalan Boulevard- Makassar, para pekerja rumah bernyanyi NAV melakukan pemogokan kerja. Ini telah berlangsung selama seminggu dan belum direspon oleh pihak Nav sendiri. Para pekerja membangun posko pemogokan tepat didepan Nav. Ini berkaitan dengan akan diterapkannya sistem kerja outsourcing oleh pihak Nav kepada pekerja dan beberapa kasus pelanggaran hak pekerja seperti uang lembur yang tidak diberikan, tidak adanya Jamsostek dan jam kerja yang berlebihan.

- Baca selengkapnya »

benci kapitalisme, ratusan warga Wotgalih gagalkan Amdal PT.IMMS

Ratusan warga anti tambang asal pesisir selatan Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Surabaya, Kamis (10/5/2012) pagi kembali mendatangi Hall Amanda di Jl. Panjaitan, Kecamatan Kota Lumajang.

Kedatangan warga yang marah ini untuk menggagalkan rencana studi AMDAL dan konsultasi publik atas rencana pertambangan pasir besi di pesisir desanya oleh PT IMMS (Indo Modern Mining Sejahtera).

- Baca selengkapnya »

Diancam eksekusi berkali-kali, Pedagang menyiapkan konfrontasi berlipat ganda



Hari senin tanggal 7 mei 2012 perekonomian di Pasar simpang dan Pasar Rebo – Purwarkarta Jawa Barat lumpuh. Ribuan pedagang menghadang alat berat dan berhadapan dengan aparat yang akan menggusur kios mereka. Pedagang yang menghadang eskavator dengan tangan kosong menyuruh pengemudi menjauh dari area konflik karena ini bisa saja menyulut kemarahan pedagang.

- Baca selengkapnya »

warga Kedungbanteng Marah, sumur gas PT.LAPINDO diblokir paksa


Rencana Busuk Perusahaan kapitalis Lapindo Brantas kini mulai menggila lagi. Mereka berencana akan memperluas wilayah sumur ekplorasi gas di Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin.

Namun tentu warga tak hanya akan berdiam diri, Proyek busuk ini terus mendapat perlawanan amarah dari warga sekitar. Para warga nampaknya sudah muak dengan banyaknya contoh selama ini, bahwa betapa lebarnya tanah yang menganga akibat angkuhnya mesin-mesin tambang merobek kulit bumi yang notabene adalah tempat mereka mencari penghidupan.

- Baca selengkapnya »

Kemarahan warga Korban Lumpur LAPINDO masih berlanjut, Tanggul diduduki!

Sedikitnya 200 warga korban lumpur Lapindo di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (18/4), masih bertahan di atas tanggul penahan lumpur. Mereka Mengutuk tindakan pemerintah dan Korporasi akibat Tanah mereka yang ditenggelamkan oleh Kerakusan Korporasi tambang milik Abu Rizal Bakri hingga saat ini.

Meski dalam cuaca panas, warga memilih bertahan di titik 25. Setelah mengetahui PT Minarak Lapindo Jaya tidak mampu melakukan percepatan pelunasan ganti rugi, warga tetap bertahan menjalankan aksi.

- Baca selengkapnya »

Lagi! Property milik korporasi dirusak, Warga Korban LAPINDO mengamuk!

Aktivitas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) di Jawa Timur lumpuh karena warga korban luapan lumpur Lapindo yang masuk areal peta terdampak mengamuk dan menguasai tanggul, Selasa (17/4).

Warga yang datang berbondong-bondong mengusir para pekerja dan staf keamanan di posko keamanan BPLS. Bahkan, posko keamanan BPLS di sisi barat ditutup paksa oleh warga. Sedangkan posko BPLS di sisi selatan dirusak.

- Baca selengkapnya »

Warga Manggarai Barat tolak tambang, Satu restoran elit diserang


Setelah kemarahan Warga Bima terhadap kerakusan tambang kapital yang meletup beberapa waktu lalu, kini amarah tersebut ditransformasikan kepada ratusan warga manggarai Barat(Flores) yang juga menolak beroperasinya Monster tambang didaerah mereka.

- Baca selengkapnya »